Jelang Pilkada Ketua KPU Kampar Mundur, Karena Banyak Tekanan?

Solusi Sengketa PilkadaKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar, Asril Hamzah mengundurkan diri dari jabatannya di tengah proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar dan pemungutan suara berlangsung pada 10 Oktober 2011.

Anggota KPU Provinsi Riau, Edy Sabli, di Pekanbaru, Senin, mengatakan, pengunduran diri Asril dari posisi Ketua KPU itu karena kesibukan yang juga tercacat menjadi salah satu penggiat organisasi masyarakat di bidang keagamaan.

“Salah satu alasan dia (Asril) mundur, karena beliau juga aktif di masyarakat dan agama. Meski demikian, kemunduran Asril tersebut tidak mengganggu jadwal tahapan Pilkada Kabupaten Kampar yang akan digelar 10 Oktober mendatang,” ujarnya.

KPU Provinsi Riau akhir pekan lalu telah menerima surat penguduran diri tersebut, dan sesuai aturan yang berlaku, lima anggota komisioner KPU Kabupaten Kampar dikabarkan telah menggelar rapat pleno untuk pemilihan ketua baru.

Susunan komisioner KPU Kabupaten Kampar terdiri dari satu ketua, dan empat orang anggota yang masing-masing membidangi berbagai tahapan dalam Pilkada.

“Informasi yang kami peroleh, pleno pemilihan ketua baru telah digelar dan jika tidak salah April Abdullah telah ditetapkan sebagai ketua baru. Sedangkan Asril Hamzah menjadi anggota,” katanya.

Secara administrasi, lanjutnya, begitu pengganti ditetapkan, maka KPU Provinsi Riau akan memproses surat penggantian ketua. “Secepatnya surat keputusan penggantian Ketua KPU kabupaten Kampar akan diterbitkan,” ujar Edy.

Asril Hamzah menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Kampar baru lima bulan, setelah melalui proses serah terima jabatan dari ketua sebelumnya.

Kepada wartawan Asril membantah jika kuatnya tekanan mengemban tugas sebagai ketua yang membuat dirinya menanggalkan jabatan itu, melainkan tidak bisa membagi waktu. (sumber: republika)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.