Istri & Adik Ipar Gubernur Riau Nyalon Pilkada

pilkada samosir2011 merupakan tahun kompetisi untuk menjadi bupati dan wali kota di Riau. Kini isu politik pun berkembang, Septina Primawati, istri Gubernur Riau, Rusli Zainal dikabarkan akan maju menjadi calon Wali kota Pekanbaru.

Adik iparnya, sudah memastikan mencalonkan menjadi bupati di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Septina belakangan ini rajin mendatangi masyarakat dengan berbagai jenis kegiatan yang dikemas selaku Ketua PKK Provinsi Riau.

Septina pun acap kali membuat acara serimonial untuk menimbulkan kesan dekat dengan masyarakat Pekanbaru. “Memang secara resmi Septina belum mendaftar ke KPUD Pekanbaru. Tapi siapa yang tak tahu, kalau istri gubernur itu akan bertarung dalam Pemilukada 2011 mendatang. Buktinya saja belakangan ini Septina sudah melakukan kampanye terselubung ke mana-mana,” ujar Hasan Basri, warga Pekanbaru kepada okezone.

Tidak hanya istri Gubernur Riau yang berniat ingin menjadi kepala daerah. Adik ipar Gubernur Riau, Jhoni Irwan yang menjabat Asisten I Pemprov Riau itu juga tak mau kalah dengan kakaknya sendiri. Jhoni Irwan malah sudah mendeklarisikan dirinya berpasangan dengan Deswanto. Kabarnya, dia mendapat dukungan dari PAN.

Direktur Eksekutif Badan Advokasi Publik, Rawa El Ramadi kepada okezone menyebut, dari sudut ruang demokrasi, sah-sah saja dalam satu keluarga maju bersama menjadi seorang pemimpin. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah proses demokrasi yang berjalan untuk Pemilukada sudah berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada.

“Yang patut dipertanyakan tentunya apakah cara rekrutmen dari partai politik sudah berjalan secara adil dan demokrasi?. Sebab, kalau kita liat soal kekuasaan politik di partai, bagaimanapun Gubernur Riau, Rusli Zainal merupakan pengurus pusat Partai Golkar. Kondisi ini sangat rentan terjadinya proses rekrutmen yang tidak jujur dan adil,” kata Rawa.

Menurut Rawa, dengan kondisi masyarakat Riau 64 persen masih mengenyam pendidikan setingkat SD, hal itu sangat memungkinkan proses demokrasi tidak berjalan optimal. Kondisi tingkat pendidikan yang begitu rendah, sangat mudah dimanfaatkan sekelompok kekuasaan.

“Dengan dasar tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah, pencalonan kepala daerah yang dilakukan keluarga besar Gubernur Riau ini, jelas sangat tidak sehat. Kita meragukan adanya proses demokrasi yang adil. Jangan-jangan malah ada interpensi kekuasaan,” kata Rawa. (sumber: okezone)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.