Hatta Janji Bantu Warga Eks Timtim

eks pengungsi timtim di nttMenteri Koordinator Perekonomian dan Keuangan (Menko Ekuin) RI Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) berjanji akan membantu mengentaskan kemiskinan di NTT. Janji itu disampaikan saat mengunjungi kamp-kamp pengungsi di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (18/12) kemarin.

Kunjungan Hatta Rajasa itu sekaligus menghadiri acara pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-III PAN Provinsi NTT di Restoran Teluk Kupang. Sebelum membuka acara tersebut, Hatta Rajasa mengunjungi warga eks Timor Timur yang kini masih menghuni kamp-kamp pengungsian. Hatta diterima Sekretaris Jenderal (Sekjen) Uni Timor Aswain (Untas) Filomeno J Hornay. Turut hadir dalam rombongan itu Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay.

Hatta Rajasa melihat langsung keberadaan para pengungsi yang sudah berbaur dengan warga lokal di Desa Tuapukan. Filomeno pada kesempatan itu menyampaikan terimakasihnya kepada Ketua Umum DPP PAN tersebut atas bantuannya dalam pelaksanaan Kongres Untas akhir November 2010 lalu. Filomeno juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menko Ekuin untuk melihat dari dekat situasi di kamp-kamp pengungsian.

Hatta Rajasa, pada kesempatan itu mengatakan bahwa setelah melihat langsung kondisi para pengungsi berjanji akan memberikan bantuan. Bantuan yang akan diberikan nantinya akan terlebih dahulu akan dikkordinasikan dengan pemerintah Provinsi NTT. “Saya berjanji akan menyalurkan bantuan untuk warga eks Timtim yang masih berada di NTT, dan tentunya dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Wakil Gubernur NTT,” janji Hatta kepada Wagub NTT dan warga Tuapukan.

Hatta juga meminta pemerintah Provinsi NTT untuk memperhatikan nasib anak-anak eks Timtim yang masih berada di kamp-kamp di NTT agar diberikan pendidikan secara gratis serta pelayanan lainnya dengan baik. “Saya minta pemerintah  NTT untuk memberikan sekolah gratis kepada anak-anak eks Timtim. Menyekolahkan anak sangat penting untuk masa depan,” pintanya.

Dia juga kembali menegaskan hal itu saat menyampaikan sambutannya dalam acara pembukaan acara Muswil PAN di Restoran Teluk Kupang. Hatta meminta pemerintah daerah juga harus berupaya untuk membantu masyarakat kecil berupa pemberian bantuan untuk merangsang ekonomi mereka. Selain memikirkan berbagai terobosan di bidang ekonomi, pemerintah juga harus fokus membangun pendidikan dan infrastruktur. Dua bidang itu akan mendukung meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hatta mengakui permasalahan pembangunan di NTT cukup pelik, namun dia yakin jika ada kemauan pasti pemerintah mampu membawa masyarakat menuju kesejahteraan. “Tak ada masalah yang tak dapat dipecahkan. Harus buat evaluasi dan rumusan kemudian dimusyawarahkan sehingga menghasilkan terobosan-terobosan untuk membangun masyarakat,” tandasnya.

Sedangkan untuk jajaran pimpinan PAN di tingkat DPW, DPC hingga tingkat ranting, Hatta meminta agar segera mempersiapkan diri. Pasalnya, Undang-undang Politik telah ditetapkan oleh DPR. Dan, pada Januari 2011 nanti, tim verifikasi sudah akan melakukan verifikasi sampai tingkat ranting. Verifikasi ini memakan waktu enam bulan, dari Januari hingga Juni 2011. “Oleh karena itu, setelah Muswil ini semua pengurus dari jajaran DPW sampai ranting persiapkan diri dengan baik. Sebab jika tidak lolos verifikasi maka konsekwensi tidak ikut Pemilu 2014. PAN harus mempersiapkan diri untuk menjadi kontestan Pemilu 2014 nanti,” urai Hatta.

Sementara itu, Ketua DPW PAN NTT, Eurico Guterres, pada kesempatan itu, mengatakan PAN NTT telah mencatat prestasi yang cukup baik. Dalam Pemilu 2009 lalu, PAN mampu menempatkan kadernya di 16 kabupaten/kota di seluruh NTT. Bahkan pertama kali dalam sejah PAN NTT mampu menempatkan seorang kadernya di DPR RI.

Eurico mengatakan, keberhasilan PAN NTT pada Pemilu 2009 lalu, merupakan keberhasilan seluruh penguruas PAN, mulai dari jajaran DPW dan DPD didukung oleh DPP PAN di Jakarta. Tanggungjawab pengurus PAN NTT mendatang, untuk bahu-membahu mempertahankan keberhasilan yang sudah diraih tersebut. “Saya himbau kepada pengurus DPW PAN NTT mendatang, supaya menjaga persatuan dan keutuhan mempertahankan nama baik PAN yang sudah merakyat di masyarakat NTT,” kata Eurico.

Sementara itu, di sela-sela acara pembukaan Muswil Ke-III kemarin, Hatta mendapat kejutan dari segenap pengurus DPW PAN NTT. Hatta yang menemui ulang tahunnya yang ke-57 itu mendapat ucapan selamat dari seluruh pengurus dan pejabat yang hadir.

Hatta diminta meniup lilin berbentuk angka 57 serta kue ulang tahun yang dilapisi cokelat. Hatta lalu didaulat memotong kue tersebut diiringi lagu “Happy Birthday” yang dinyanyikan peserta. Kue ultah itu lalu dibagikan kepada seluruh pengurus PAN serta sejumlah pejabat yang hadir, termasuk Ketua DPW PAN Eurico Guterres dan Wakil Gubernur Esthon Foenay. Para pengurus PAN serta pejabat yang hadir berebutan menyampaikan ucapan selamat kepada Hatta Radjasa.

Turut hadir bersama Hatta Rajasa dalam kegiatan kemarin, yakni Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Drajad Wibowo, Anggota DPR RI Laurens Dama serta pengurus PAN lainnya seperti Gonsalo M. Sada, Angelino B da Costa, Stefanus Matutina dan Awang Notoprawiro. Sementara dari unsur pemerintahan, turut hadir Wakil Walikota Kupang Daniel Hurek, Bupati Ngada Marianus Sae dan sejumlah pejabat lainnya.

Muswil PAN kemudian dilanjutkan dengan agenda laporan pertanggungjawaban dan pembahasan program kerja, pemaparan visi dan misi calon serta pemilihan Ketua DPW dan Sekjen yang berlangsung di Hotel Romyta Oebufu Kupang. Dijadwalkan Minggu (19/12) hari ini, seluruh rangkaian Muswil selesaib  dan langsung ditutup. (sumber: jpnn)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.