Hati Politisi Senayan Dianggap Najis

gedung mpr dprSuara miring tentang kunjungan kerja DPR ke luar negeri terus bermunculan. Sosiolog dari Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tamagola, menilai kepergian sejumlah anggota DPR di saat Indonesia tengah dirundung bencana sudah diluar akal dan perasaan.

“Ibaratnya, hatinya sudah najis,” ujar Tamrin saat tampil pada diskusi yang mengangkat tema “Studi Banding: Prosedur Atau Kebutuhan Jalan-jalan?” di pressroom DPR RI, Jumat (5/11).

Menurut Tamrin, kunjungan ke luar negeri sebenarnya lebih tepat sebagai upaya untuk membungkam parlemen agar tidak kritis terhadap pemerintah. Ia mencontohkan saat masih bekerja di Kementrian Riset dan Teknologi.

Saat Hatta Radjasa dipilih oleh Megawati menjadi Menristek, kata Tamrin, langsung muncul permintaan dari politisi di Senayan tentang studi banding ke Korea Selatan. Hatta pun dalam sebuah rapat di internal Kementrian Ristek menyinggung soal itu.

“Awalnya saya pikir itu hanya sekedar guyonan. Ternyata itu diusulkan lagi di rapat selanjutnya. Ternyata ini tenanan (beneran). Hatta menanyakan alokasi anggaran untuk anggota DPR ke Korsel,” ucap Thamrin sambil geleng-geleng kepala.

Sementara Wakil Ketua DPR yang juga Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan, mengatakan, sudah selayaknya partai politik bertindak lebih tegas terhadap perilaku kadernya di legislatif yang kerap menuai kritik masyarakat. Taufik pun mencontohkan kebijakan PAN yang akan mengambil tindakan tegas terhadap kadernya yang melancong ke luar negeri saat di dalam negeri banyak bencana.

“Saya melarang anggota saya dan meminta mereka untuk memutuskan sesuai hati nurani untuk tidak melakukan kunker selama bencana ini. Untuk itu saya kira perlu juga merevisi UU MD 3 UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD) agar membatasi kunker ke luar negeri di saat situasi seperti ini misalnya,” cetusnya.

Sedangkan Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan, ada atau tidak ada bencana memang sudah selayaknya tata cara penyusunan agenda kunker DPR ke luar negeri dievaluasi. Alasan Muzani, karena selama ini perencanaan kunker di kesekjenan DPR selalu bermasalah.

“Kami yang di Komisi I saja (urusan luar negeri) kalau tidak urgent tidak berangkat ke luar negeri. Sehingga jangan sampai DPR ini disebut badak bebal,” tandasnya. (sumber: jpnn)

Filed Under: Nasional

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.