Hasil Pilkada Kemenangan Rakyat Wakatobi

Hasil Pilkada Kemenangan Rakyat Wakatobi
Calon bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang memperoleh suara terbanyak dalam perhitungan cepat Indo Barometer, Hugua, menyatakan, hasil perolehan suara pada pemilihan kepala daerah (pilkada), Minggu (27/3), merupakan kemenangan seluruh rakyat Kabupaten Wakatobi.
“Ini bukan kemenangan pasangan Hugua-Aruhawi, tapi kemengan seluruh masyarakat Wakatobi,” katanya di Wangi-wangi, ibukota Kabupaten Wakatobi, Senin (27/3), menanggapi hasil perhitungan suara cepat yang dilakukan Indo Barometer.
Hugua, yang merupakan calon incumbent mengatakan, selama lima tahun pertama dirinya menjadi bupati, masyarakat Wakatobi melihat apa yang sudah dibuat untuk kemajuan masyarakat, masih perlu dilanjutkan.
Selama periode pertama menjadi, Hugua mengklaim, bersama Wakil Bupati Ediarto Rusmin, sudah meletakkan visi membangun Wakatobi, yakni terwujudnya surga nyata di pusat segi tiga terumbu karang dunia.
Jalan menuju surga nyata bawa laut tersebut, menurutnya, saat ini sudah dibangun jembatan berupa bandara udara Matahora dan dermaga pelabuhan Wangi-wangi. “Dua pintu utama itu yang bisa membawa masyarakat Wakatobi ke surga di darat dan surga di laut,” katanya.
Hasil perhitungan cepat yang dilakukan salah satu lembaga survei, Indo Barometer pasangan Hugua-Aruhawi Huda yang dijagokan PDI Perjuangan, PAN, dan Partai Golkar, memperoleh suara sebanyak 48,29%.
Sedangkan rival beratnya pasangan Ediarto Rusmin-La Ode Hasimin yang diusung Partai Demokrat bersama koalisinya, hanya mampu meraup suara sebanyak 29,26%.
Sementara empat kandidat lainnya masing-masing Aslaman-Andi Hasan mendapat 6,04%, Laode Bawangi-Bahasani 7,00%, La Onu Laola-Saidiman Boa 6,56% dan pasangan Sudil Baenu-Halimuddin 3,07%.
Direktur Indo Barometer Muhammad Yusuf Kasim, kepada pers di Wangi-wangi menjelaskan, hasil perhitungan cepat tersebut diperoleh dari sampel 97 TPS dari total TPS sebanyak 248 TPS. “Pengalaman dari beberapa hasil survei yang kami lakukan, komposisi perolehan suara sepeti ini, tidak akan berbeda jauh dengan hasil perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU,” katanya.
Kalau terjadi perubahan komposisi perolehan suara, menurut Muhammad Yusuf Kasim, paling tinggi hanya akan bergeser satu digit.
Artinya, lanjutnya, jika perolehan suara pasangan calon tertinggi mengalami penurunan, maka turunnya tidakpemungutan suara di tpsakan melebihi satu angka, demikian sebaliknya jika naik juga tidak melewati satu angka. (sumber: gatra)

pemungutan suara di tpsCalon bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang memperoleh suara terbanyak dalam perhitungan cepat Indo Barometer, Hugua, menyatakan, hasil perolehan suara pada pemilihan kepala daerah (pilkada), Minggu (27/3), merupakan kemenangan seluruh rakyat Kabupaten Wakatobi.

“Ini bukan kemenangan pasangan Hugua-Aruhawi, tapi kemengan seluruh masyarakat Wakatobi,” katanya di Wangi-wangi, ibukota Kabupaten Wakatobi, Senin (27/3), menanggapi hasil perhitungan suara cepat yang dilakukan Indo Barometer.

Hugua, yang merupakan calon incumbent mengatakan, selama lima tahun pertama dirinya menjadi bupati, masyarakat Wakatobi melihat apa yang sudah dibuat untuk kemajuan masyarakat, masih perlu dilanjutkan.

Selama periode pertama menjadi, Hugua mengklaim, bersama Wakil Bupati Ediarto Rusmin, sudah meletakkan visi membangun Wakatobi, yakni terwujudnya surga nyata di pusat segi tiga terumbu karang dunia.

Jalan menuju surga nyata bawa laut tersebut, menurutnya, saat ini sudah dibangun jembatan berupa bandara udara Matahora dan dermaga pelabuhan Wangi-wangi. “Dua pintu utama itu yang bisa membawa masyarakat Wakatobi ke surga di darat dan surga di laut,” katanya.

Hasil perhitungan cepat yang dilakukan salah satu lembaga survei, Indo Barometer pasangan Hugua-Aruhawi Huda yang dijagokan PDI Perjuangan, PAN, dan Partai Golkar, memperoleh suara sebanyak 48,29%.

Sedangkan rival beratnya pasangan Ediarto Rusmin-La Ode Hasimin yang diusung Partai Demokrat bersama koalisinya, hanya mampu meraup suara sebanyak 29,26%.

Sementara empat kandidat lainnya masing-masing Aslaman-Andi Hasan mendapat 6,04%, Laode Bawangi-Bahasani 7,00%, La Onu Laola-Saidiman Boa 6,56% dan pasangan Sudil Baenu-Halimuddin 3,07%.

Direktur Indo Barometer Muhammad Yusuf Kasim, kepada pers di Wangi-wangi menjelaskan, hasil perhitungan cepat tersebut diperoleh dari sampel 97 TPS dari total TPS sebanyak 248 TPS. “Pengalaman dari beberapa hasil survei yang kami lakukan, komposisi perolehan suara sepeti ini, tidak akan berbeda jauh dengan hasil perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU,” katanya.

Kalau terjadi perubahan komposisi perolehan suara, menurut Muhammad Yusuf Kasim, paling tinggi hanya akan bergeser satu digit.

Artinya, lanjutnya, jika perolehan suara pasangan calon tertinggi mengalami penurunan, maka turunnya tidak akan melebihi satu angka, demikian sebaliknya jika naik juga tidak melewati satu angka. (sumber: gatra)

Filed Under: Kabar Pilkada

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.