Harga Kursi Partai Melangit Jelang Pilkada

kursi-panasPartai mematok harga mahal kepada para balon (bakal calon) kepala daerah dalam ajang pilkada (pemilihan umum kepala daerah) di NTT. Partai- partai yang mempunyai wakil (kursi) di lembaga legislatif mematok harga dengan kisaran Rp 50 juta hingga Rp 400 juta sebagai pintu masuk.

Harga partai ini bahkan cenderung meroket menjelang penutupan pendaftaran bakal calon (balon) di sekretariat komisi pemilihan umum (KPU) di kabupaten-kabupaten. Di Kabupaten Flores Timur, menurut keterangan yang dihimpun Pos Kupang, Senin-Selasa (15-16/3/2010), mahalnya harga pintu partai ini membuat sejumlah balon terpaksa mengurungkan niatnya mendaftar. Banyak dari antara mereka sudah malang melintang menawar harga partai yang mempunyai seat (kursi) di Jakarta dan partai non seat di Larantuka.

Para balon yang ingin maju sudah mengeluarkan banyak dana, mulai dari lobi di tingkat kabupaten hingga pusat. Bahkan, mereka (para balon, Red) harus bolak-balik Larantuka-Jakarta menghabiskan uang hanya untuk melobi.  Padahal sah tidaknya dukungan pencalonan balon bupati-wakil bupati ditentukan oleh tanda tangan pengurus dan cap di tingkat kabupaten.

Pada Pemilu Kada Flores Timur, peran yang paling besar dimainkan di tingkat dewan pimpinan pusat (DPP) di Jakarta dan DPW atau DPD di Kupang. Kondisi ini jugalah yang membuat para pengurus partai saling memecat.

Menurut informasi yang diperoleh Pos Kupang di Larantuka, harga partai yang memiliki kursi di Dewan dipatok pengurus di tingkat pusat cukup tinggi, mulai dari Rp 100 juta-Rp 400 juta. Begitu juga harga partai non seat yang diminta oleh pengurus kabupaten  cukup tinggi, bergerak dari Rp 50 juta hingga Rp 250 juta menjelang penutupan pendaftaran dari sebelumnya Rp 35 juta hingga Rp 75 juta. Biaya itu di luar biaya untuk mengeluarkan SK di Jakarta Rp 35 juta. Dari kalkulasi kasar, seorang balon bisa mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk ‘membeli’ partai.

Seorang bakal calon di Flotim, yang tidak mau namanya ditulis, mengaku mahalnya harga partai itu. Dia menyebut angka Rp 400 juta yang harus dibayarnya kepada partai sebagai pintu. Padahal, partai itu harus membangun koalisi dengan partai lain.

Mahalnya biaya partai untuk pemilu kada ini ramai dibicarakan para politisi dan masyarakat umum, termasuk para anggota KPU Flores Timur.  Meski begitu, tidak ada pimpinan partai, termasuk para balon bupati-wakil bupati mengakui praktek jual beli partai ini.

“Rakyat sudah memilih secara gratis hingga ada partai. Namun kini beredar luas saat pemilu kada, partai dijual dengan harga yang mahal. Walau demikian, kita berharap proses demokrasi berjalan di Flotim untuk menghasilkan pemimpin yang benar-benar memenuhi keinginan rakyat Flotim,” kata Ketua KPU, Bernadus Boro Tupen, saat bincang-bincang dengan wartawan di kantor KPU setempat. (sumber: pos kupang)

Related Blogs

    Filed Under: Kabar Pilkada

    Tags:

    About the Author:

    RSSComments (0)

    Trackback URL

    Comments are closed.

    • Quote of the Day
      Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.