Hadang KPU Pusat di San Dominggo

pilkada flores timurSekitar 300 orang massa pendukung lima paket calon kepala daerah Flores Timur (Flotim) menggunakan belasan kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua menghadang tim KPU Pusat dan KPU NTT di San Dominggo, kompleks Istana Uskup Larantuka, Selasa (11/5/2010).

Penghadangan merupakan tanda mereka menolak kedatangan KPU Pusat dan KPU NTT yang dinilai mengintervensi kerja KPU Flotim dengan mengegolkan paket Mondial (Simon Hayon – Fransiskus Diaz Alffi).

“Ada apa sampai KPU Pusat dan KPU NTT berjuang mati-matian dengan menyalahkan hierarkinya sendiri. Padahal, KPU Flotim sudah menjalankan atauran secara baik. Kalau aturan yang dibuat KPU Pusat lalu penyelenggara di tingkat bawahnya tidak jalankan, itu baru salah. Tapi ini dijalankan, dibilang salah dan diancam pecat serta disidangkan karena melanggar kode etik. Apakah ini logika hukum yang dibangun KPU Pusat dan KPU NTT untuk mengegolkan kepentingannya dengan mengabaikan aturan yang dibuat? Orang menjalankan aturan kok dibilang salah,” tanya para pengunjuk rasa yang dikoordinir Syafrudin  MD melalui mikrofon dalam pawainya di sepanjang jalan menuju San Dominggu sekitar pukul 17.00 Wita.

Meski hingga malam, tim KPU Pusat dan KPU NTT belum juga datang, aksi penghadangan masih terus berlangsung. Mereka melakukan sweeping terhadap setiap kendaraan roda empat yang masuk ke Kota Larantuka. Meski dibujuk aparat Polres Flotim, massa aliansi bersikeras menunggu kehadiran anggota KPU NTT dan KPU Pusat.

Sebelum berkumpul di pintu masuk Kota Larantuka, massa aliansi sempat berunjuk rasa di gedung DPRD Flotim. Mereka juga berarak menyusuri jalan-jalan protokol dan meneriakkan yel-yel yang mengutuk tindakan KPU NTT dan KPU Pusat mengintervensi proses Pemilu Kada di Flotim.

“Kami datang untuk menghadang anggota KPU NTT dan KPU Pusat untuk tidak masuk ke wilayah KPU Flotim. Karena kewenangan mereka tidak ada. Kalau mereka turun berdasarkan surat Kesbangpolinmas, tadi jelas-jelas di DPRD Flotim sudah terungkap bahwa itu surat liar yang berisi tentang kondisi Flotim yang tidak kondusif,” ujar Kadar Jafar, salah satu massa aliansi lima paket.

“Namanya KPU kan independen. Jangan menegakkan ketentuan dan melanggar ketentuan. Jangan mencampuri. Dukung keputusan KPUD Flotim dan tolak intervensi KPU NTT dan Pusat,” papar Jafar.

Pantuan Pos Kupang hingga pukul 21.00 Wita, aksi sweeping masih terus berlangsung. Beberapa massa aliansi mencegat setiap kendaraan roda empat yang masuk Kota Larantuka.  Setelah berhenti, setiap penumpang dan pengemudi kendaraan diminta menurunkan kaca pintu untuk melihat orang di dalamnya.

Ketika tidak ditemukan anggota KPU NTT dan KPU Pusat, kendaraan roda empat dipersilakan masuk Kota Larantuka. Kendati demikian, aksi sweeping hanya berlaku di pertigaan pintu masuk Kota Larantuka di San Dominggo. Sementara di beberapa titik keramaian dan pelabuhan suasana sepi.

Sehari sebelumnya, massa yang sama mengepung Kantor KPU Flotim, Kantor Bupati dan  DPRD Flotim. Mereka menuntut ketiga lembaga tersebut bertanggung jawab atas berbagai persoalan Pemilu Kada Flotim.

Mengenai aksi penolakan dari lima paket terhadap paket Mondial, Ketua DPD II Partai Golkar Flotim, Yoseph Sani Bethan, yang dimintai tanggapannya di gedung DPRD Flotim, Selasa (11/5/2010), menyerahkan penanganan masalah itu sepenuhnya kepada KPU.

“Persoalan Pemilu Kada ada pada KPU dan kami percayakan itu kepada KPU,” kata Nani Bethan.

Hal yang sama disampaikan Simon Sadi Open yang juga anggota koalisi paket Mondial. “Permasalahan ini sudah ditangani oleh KPU. Kami serahkan prosesnya kepada KPU,” katanya. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.