Gubernur Sulsel Tolak Penundaan Pilkada

Syahrul-Yasin-LimpoPleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba yang memutuskan penundaan pilkada sepertinya bakal menuai tantangan. Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo dengan tegas menolak penundaan tersebut.

Sebelumnya, sudah diputuskan pilkada serentak sepuluh kabupaten, termasuk Bulukumba, pada 23 Juni mendatang. Namun Minggu, 7 Maret, KPU Bulukumba memutuskan penundaan karena alasan anggaran yang tidak jelas.

Keputusan penundaan tersebut disayangkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Gubernur lalu meminta KPU Bulukumba tetap menjalankan proses pilkada sesuai jadwal.

“KPU harus konsisten. Tidak baik suka bolak-balik. Kalau memang sudah ditetapkan, ya maju. Jangan biasakan sudah bilang akan ke kanan, kemudian tiba-tiba kiri lagi,” sesal Syahrul saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 9 Maret.

Menurut Syahrul, APBD 2010 yang belum disahkan bukanlah alasan tepat menunda pilkada. Memang, dalam APBD itu mengatur alokasi anggaran bantuan pelaksanaan pilkada. Tapi Syahrul berharap pilkada tetap berproses dan terlaksana sesuai jadwal yang ditetapkan.

Kata Syahrul, pengesahan APBD sebenarnya bisa saja dipercepat. Syaratnya, semua pihak yang terkait dalam pembahasannya memiliki itikad baik memprosesnya. “Masalahnya, APBD itu dimainkan terus sehingga belum ketuk palu juga. Itu cara bermain politik yang kampungan,” sindirnya.

Syahrul mengakui, penyelenggaraan pilkada menjadi kewenangan penuh KPU. Namun, dia tidak menginginkan biaya yang dikeluhkan KPU Bulukumba sehingga memutuskan menunda pilkada dijadikan alasan. “Ini memang tugas KPU. Tapi lihatlah, saya tidak mau ditunda dengan alasan biaya,” tegasnya.

Menunda pilkada berarti semakin memperpanjang proses bukanlah alasan tepat. Justru, kata Syahrul, semakin lama prosesnya semakin panjang masalah yang bisa timbul. Pilkada, kata dia, bukan cuma sekadar masalah anggaran, tetapi juga kemauan semua pihak melaksanakannya dengan konsisten.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Sulsel, Tau Toto Tanaranggina, menambahkan, pertemuan antara Pemprov Sulsel yang saat itu diwakili Asisten I, Andi Herry Iskandar dengan Pemkab Bulukumba sebenarnya telah dilakukan. Pertemuan itu menyepakati pembahasan anggaran dipercepat agar sesuai jadwal.

Begitu pula pada saat pertemuan dengan KPU Bulukumba. “Semua mengaku akan berusaha maksimal. Heran juga kalau tiba-tiba diputuskan ditunda,” ujarnya. Kesepakatan saat itu, anggaran pilkada menjadi prioritas daerah. (sumber: fajar news)

Related Blogs

    Filed Under: Kabar Pilkada

    Tags:

    About the Author:

    RSSComments (0)

    Trackback URL

    Comments are closed.

    • Quote of the Day
      Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.