Gubernur NTT Bahas Kerugian Pencemaran

pemboran lepas pantaiGubernur NTT, Frans Lebu Raya, akan melakukan pertemuan khusus dengan staf ahli Presiden, Jumat malam di Kupang, untuk menyampaikan perkiraan kerugian akibat pencemaran Laut Timor.

“Pencemaran itu terjadi menyusul tumpahan minyak mentah dari kilang Montara milik Australia pada Agustus 2009,” kata Gubernur, Jumat (23/7/2010) petang.

Dia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan taksiran kerugian yang dihitung pemerintah provinsi kepada staf ahli Presiden yang khusus dikirim ke Kupang, untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hanya, ia belum menyebutkan nilai kerugian yang diderita, baik berkaitan dengan kerusakan biota laut dan terumbu karang mulai dari perairan Laut Timor hingga Laut Sawu, atau kerugian yang diderita para nelayan yang menyandarkan hidup dari berbagai aktivitas di laut.

Taksasi kerugian yang disampaikan Gubernur Lebu Raya itu, diakuinya akan disandingkan dengan penghitungan yang dilakukan pemerintah pusat untuk mendapatkan perkiraan yang nantinya disampaikan kepada Australia.

Masyarakat NTT paling dirugikan oleh pencemaran Laut Timor akibat ledakan pipa kilang minyak milik perusahaan Australia, Montara yang kemudian menumpahkan minyak mentah ke perairan Laut Timor dan terbawa arus hingga ke Laut Sawu, adalah Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Informasi yang diperoleh dari Bupati Kabupaten Rote Ndao Lens Haning, beberapa saat setelah tumpahan minyak mentah mencemari perairan Laut Timor hingga Laut Sawu, tangkapan para nelayan berkurang dan rumput laut yang dikembangkan warga pesisir di kabupaten paling selatan Indonesia itu mati.

Keluhan serupa juga disampaikan Penjabat Bupati Kabupaten Sabu Raijua Thobis Uly, bahwa hingga kini budi daya rumput laut belum pulih betul, karena masih ada sisa-sisa pencemaran.

Informasi yang dihimpun pers menyebutkan, masyarakat di Kolbano, pantai selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan menemukan gumpalan minyak mentah yang terseret arus ke pantai.

Bupati Rote Ndao dalam suatu pertemuan dengan Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Medah di Ba’a, juga menyampaikan protes atas tindakan tim penyelamat perairan Australia yang menyemprot zat tertentu untuk menenggelamkan gumpalan minyak mentah.

Menurut Bupati Haning, tindakan menenggelamkan gumpalan minyak itu sangat membahayakan biota laut dan terumbu karang di Laut Timor, apalagi gumpalan minyak itu terseret arus dasar laut dan terbawa hingga ke perairan Laut Sawu. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.