Gayus Raup Rp100 M dari Grup Bakrie

gayusPerusahaan Grup Bakrie kembali disebut-sebut terkait dengan terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Mantan pegawai Ditjen Pajak itu disebut memiliki simpanan dana mencapai Rp 100 miliar. Jumlah itu sebagian besar diperoleh ketika dia mengurus pajak dari perusahaan Grup Bakrie.

Hal itu diungkapkan anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Mas Achmad Santosa saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus mafia pajak dengan terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin (12/11).

Menurut Ota, -sapaan akrab Mas Achmad Santosa-, pengakuan itu keluar dari Gayus saat ditemui di Singapura. Ketika itu, Ota bersama dengan Denny Indrayana (sekretaris Satgas) pergi ke Singapura untuk menjemput Gayus yang “kabur” karena mulai santer disebut dalam kasus pajak. “Dia (Gayus, Red) secara gamblang mengatakan jumlah yang paling besar dia terima adalah dari wajib pajak Grup Bakrie,” tutur Ota.

Wajib pajak dari perusahaan Grup Bakrie yang menggunakan jasa Gayus adalah Kaltim Prima Coal (KPC), Bumi Resources, dan Arutmin. “Jika ditotal dengan yang Rp 25 miliar, jumlahnya Rp 100 miliar,” ungkap Ota yang pernah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Uang yang dimiliki tersebut awalnya disimpan di rumah. Namun Gayus tergoda dengan suku bunga yang tinggi, sehingga kemudian memasukkan dananya Rp 25 miliar ke bank. “Saya sedang kena sial Pak. Waktu itu saya tergiur melihat kurs (suku bunga) yang sedang tinggi di bank,” kata Ota menirukan pengakuan Gayus.

Karena dana besar yang dinilai di luar kewajaran bagi seorang PNS itu, akhirnya rekening dengan dana besar itu dicurigai dari hasil tindak pidana. “Kalau saja saya tidak tergoda, mungkin tidak seperti ini,” lanjut Ota masih mengulang perkataan Gayus.

Jumlah Rp 25 miliar yang kemudian sempat diblokir penyidik itu kemudian diketahui dibagi-bagi ke penyidik, jaksa, hakim, pengacara, dan Gayus sendiri, masing-masing Rp 5 miliar. Menurut keterangan Gayus, pembagian itu merupakan usulan dari Haposan.

Dalam persidangan dengan terdakwa Andi Kosasih, Gayus pernah mengakui mendapat “uang terima kasih” dari perusahaan Grup Bakrie. Yakni saat dia membantu mengeluarkan SKP (surat ketetapan pajak) KPC, membuat surat banding PT Bumi Resources, dan membantu SPT Arutmin. (sumber: jpnn)

Filed Under: Nasional

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.