Enam Warga Kupang Tenggelam di Tablolong

orang tenggelamEnam warga Desa Nitbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tewas tenggelam ketika tengah berpiknik di Pantai Wisata Tablolong, sekitar 26 km arah barat Kota Kupang, Senin.

Cornelis Oetemusu, seorang yang mengenal para korban, ketika ditemui di Rumah Sakit Umum Prof. WZ Johanes Kupang mengatakan, ia bersama rekan-rekannya piknik ke Tablolong, setelah pembinaan sidi (persiapan menerima komuni) dalam Agama Protestan di Gereja Eklesia Oeratium, Amarasi Barat.

Mereka kemudian menyewa sebuah perahu yang ditumpangi 12 orang, namun ketika berada sekitar 50 meter dari bibir pantai, perahu oleng. Para penumpang meloncat ke laut, mengakibatkan enam orang di antaranya meninggal dunia.

Enam remaja yang mengembuskan nafas terakhir setelah tenggelam di Tablolong itu adalah Ina Mauweni bersama kembarannya Irma Mauweni (14), Santi Timaubas (15), Aleks Nifu (14), Hendri Kase (17) dan Noldy Rasi (16). Di pantai wisata itu, nelayan setempat biasa menyewakan perahu kepada wisatawan.

“Kami ke Tablolong karena sudah selesai pembinaan Sidi. Jadi sebelum ikut sidi minggu depan, kami piknik bersama,” kata Oetemusu.

Dengan menyewa sebuah mikrolet seharga Rp250 ribu, kelompok muda-mudi gereja Ekslesia Amarasi Barat ini berangkat ke Tablolong pada Senin siang berjarak sekitar 60 km dari kampung mereka.

Setelah mendapat pengarahan dari Pdt. Leny yang mendampingi mereka, kata Oetemusu, beberapa rekannya menyewa perahu milik nelayan setempat untuk berkeliling tidak jauh dari bibir pantai.

Hanya, saat berada di dalam perahu, anak-anak remaja itu duduk di samping kanan perahu, sehingga miring. Saat oleng, para ABG (anak baru gede) itu berlompatan ke laut, padahal tidak tahu berenang.

“Mungkin karena perahunya berat sebelah karena semua duduk di kanan jadi perahu oleng. Waktu perahu oleng, semua ramai-ramai lompat ke laut,” tutur Oetemusu.

Dia mengatakan, dari 12 orang yang melompat ke laut tersebut ternyata hanya Deby dan Gusty Nepa saja yang tahu berenang, sedangkan 10 orang tidak bisa berenang.

Di tengah kepanikan, nelayan setempat membantu 10 anak muda tersebut, namun saat dibawa ke pantai, empat di antaranya diketahui sudah meninggal yakni Ina, Irma, Santy dan Aleks. Sementara Hendri Kase dan Noldy Rasi meninggal dalam perjalan menuju RSU Prof. WZ Johanes Kupang berjarak sekitar 26 km.

Mulai pukul 19.1 Wita, keluarga yang mendengar musibah tersebut mulai berdatangan dan terjadi suasana hiruk pikuk disertai isak tangis di ruang jenazah RSUD Prof. WZ Johanes Kupang. (sumber: antara)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.