Diduga Tercemar Limbah Minyak Petani Rumput Laut Rugi Besar

petani rumput lautUsaha rumput laut di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah perairan sekitar Tablolong, Kupang Barat, mengalami kemunduran hebat. Ini terjadi menyusul gangguan lingkungan perairan sekitarnya yang diduga akibat pencemaran minyak di Laut Timor.

“Hingga pertengahan tahun ini, belum ada satu pun petani rumput laut di wilayah Tablolong yang mengantarpulau hasil panennya ke Surabaya, Jawa Timur. Produksi rumput laut sejak akhir tahun lalu hingga kini turun drastis,” kata David Belu (22), seorang petani rumput laut di Tablolong, Minggu (13/6/2010).

Ia mengisahkan pada tahun-tahun sebelumnya, para petani rumput laut di Tablolong berhasil mengantarpulau ratusan ton rumput laut ke Surabaya dengan harga sekitar Rp 13.000 – Rp 15.000 per kilogram.

“Tahun ini, produksinya praktis tidak ada. Jangankan rumput laut, untuk mendapatkan ikan dasar pun tidak ada sama sekali. Kami tidak tahu apa penyebabnya, tetapi realitas yang kami hadapi saat ini memang demikian,” tambah Eben Naitboho (37), seorang nelayan asal Desa Oematnunu, Kupang Barat.

Pakar Biokimia Lipida Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Felix Rebung yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan penurunan produksi rumput laut serta berkurangnya hasil tangkapan nelayan di wilayah Tablolong itu akibat adanya gangguan lingkungan perairan yang menjadi habitat ikan dan usaha rumput laut.

“Ikan juga memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Jika merasa lingkungan habitatnya terganggu maka ikan-ikan dasar akan mencari lokasi baru untuk hidup. Demikian pun halnya dengan usaha rumput laut. Jika wilayah perairan sekitarnya sudah tercermar, misalnya, usaha yang dilakukan tetap tidak akan berhasil maksimal,” katanya.

Pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni menduga kuat wilayah perairan sekitar Pulau Timor, Rote, Sabu, Sumba dan bagian selatan Pulau Flores, sudah tercemar minyak mentah akibat meledaknya sumur minyak Montara di Laut Timor pada 21 Agustus 2009 lalu. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.