Calon Perorangan Sepi Peminat

pilkada1PILKADA BENGKALIS — Calon perorangan bupati dan wakil bupati Bengkalis, pada Pemilu Kada Juni 2010 mendatang, ternyata sepi peminat. Sejak pendaftaran untuk calon perorangan dibuka 9 Februari kemarin, belum ada satu orangpun yang mendaftarkan diri. Padahal sesuai jadwal, Jumat (11/2) batas akhir pendaftaran bagi calon perorangan.

“Memang sampai sekarang belum ada yang menyerahkan berkas dukungan. Kalau sampai besok (hari ini,red) tidak ada juga calon perorangan yang mendaftarkan diri, maka bisa dipastikan untuk Pilkada Juni mendatang tidak ada calon perorangan yang bakal ikut,” ujar anggota KPUD Bengkalis, Defitri Akbar kepada wartawan, Rabu (10/2) kemarin.

Pria yang akrab disapa Dedek itu mengatakan, belum adanya calon perorangan yang mendaftarkan diri kemungkinan karena belum mendapatkan berkas dukungan sebagaimana disyaratkan sebagaimana diatur dalam UU No. 12 Tahun 2008 maupun peraturan lainnya. Khusus untuk Pilkada Bengkalis, Dedek mengatakan, dukungan yang dibutuhkan untuk bisa mendaftarkan diri bagi calon perorangan, minimal mengantongi 21.261 dukungan atau 4 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bengkalis.

“Syarat ini diatur oleh Pasal 59 Ayat (2b) UU No. 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah. Ketentuan ayat (2b) itu pada salah satu pointnya menyebutkan untuk calon perorangan yang ingin maju sebagai calon bupati/wakil bupati yang berpenduduk antara 500 ribu sampai dengan 1 juta jiwa harus memperoleh dukungan minimal 4 persen,” ujarnya.

Sesuai dengan jumlah penduduk terakhir, yang berada pada rentang 500 ribu – 1 juta, maka menurut Dedek, dukungan yang dibutuhkan adalah minimal 4 persen dari jumlah penduduk. Dukungan itu pun harus tersebar di lebih 50 persen kecamatan. Bengkalis misalnya ada 8 kecamatan, maka dukungan harus tersebar minimal di 5 kecamatan.

Dukungan tersebut menurut Dedek berupa fotokopi KTP penduduk dan surat pernyataan dukungan dari pemilik KTP. Selanjutnya, KPUD akan memverifikasi kebenaran dari fotokopi KTP dan surat pernyataan dukungan. Kalau ternyata dukungan itu tidak benar, maka KPUD berhak untuk membatalkan pencalonan perseorangan tersebut.

“Begitu juga sebaliknya, kalau setelah kita verifikasi dan dukungannya valid, maka calon perseorangan itu lolos ke tahap berikutnya,” kata Dedek seraya mengatakan bagi calon yang memiliki dukungan kurang dari 21.261 dukungan, maka sudah otomatis gugur sehingga tidak dilakukan verifikasi. (sumber: dumaipos)

Filed Under: Kabar Pilkada

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.