Calon Dicoret, Demokrat Kecam KPU Buton

pilkada jayapuraKeputusan KPU Buton yang mencoret La Uku dan Dani (Ukudani) sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Buton periode 2011-2016 benar-benar membuat pasangan yang diusung Partai Demokrat ini meradang. Mereka pun menyampaikan keberatannya secara resmi ke KPU pusat dan KPU Sultra dan meminta tahapan Pilkada Buton yang sementara berjalan dihentikan, dan mengakomodir mereka sebagai pasangan calon karena memenuhi persyaratan.

Protes pasangan ini disampaikan lewat surat resmi yang dikirim ke “atasan” KPU Buton. Mereka mengurai alasan hingga permintaan mereka pantas dikabulkan. “Kami minta KPU Sultra dan KPU pusat menganulir dan membatalkan pleno penetapan calon Bupati/Wakil Bupati Buton yang digelar 12 Juli lalu karena cacat secara yuridis dan melanggar hak konstitusi warga negara,” kata La Uku dan Dani, dalam surat yang mereka teken dan kirim tersebut.

Pasangan ini juga meminta agar KPU Sultra menghentikan tahapan-tahapan Pilkada Buton yang sedang berjalan serta melakukan pleno ulang dengan mengakomodir pasangan Ukudani. Selain itu, para anggota KPU Buton harus diberikan tindakan tegas karena telah melakukan pelanggaran terhadap UU. “Kami berhak menjadi calon karena memenuhi semua persyaratan yang ada,” kata pasanngan yang diusung oleh koalisi banyak parpol ini.

Kisah pasangan ini memang tidak mengenakkan. Mereka sudah mendaftar ke KPU tanggal 15 Juni lalu dan diusung oleh gabungan koalisi Parpol, seperti Partai Demokrat, Pelopor dan PPDI. Setelah melakukan verifikasi, KPU Buton menilai pencalonan Ukudani oleh PPDI bermasalah sebab yang meneken KWK-nya adalah Ketua dan Wakil Sekretaris. Itulah yang membuat Ukudani tercoret karena gara-gara PPDI dianggap cacat, presentasi suara koalisi parpol Ukudani sudah tidak cukup 15 persen lagi.

“Padahal, PPDI itu sah. Memang yang meneken itu Wakil Sekretaris, Esti Dwi Susanti, tapi dia sudah diangkat jadi Sekretaris oleh DPP PPDI, menggantikan Musdin yang sudah dipecat, surat pemecatan Musdin juga sudah kami sampaikan ke KPU tapi itu diabaikan,” kata pasangan ini. Dalam surat yang ditembuskan ke banyak instansi itu juga dijelaskan bahwa KPU Buton saat melakukan verifikasi ke Jakarta, bukan mengecek soal pemecatan itu tapi mengecek keabsahan PPDI di Kemenkumham, dan PPDI yang mengusung Ukudani, sah secara hukum.

Sementara itu, Partai Demokrat yang menjadi salah satu pengusung pasangan ini begitu kecewa dengan keputusan KPU itu karena mereka yakin, Ukudani pantas untuk lolos karena memenuhi syarat. “Ini karena KPU bekerja tidak professional dan berkompeten,” kata Yusuf Talamma, Juru Bicara DPD Demokrat Sultra.

Langkah KPU Buton mencoret Ukudani, lanjut Yusuf, terindikasi adanya kesengajaan untuk merusak citra partai-partai pengusung Ukudani, khususnya Partai Demokrat sebagai partai besar. Makanya, Yusuf meminta agar semua tahapan Pilkda di Buton harus dihentikan, agar tidak terjadi kerugian Negara yang lebih besar bila kasus Ukudani ini dikemudian hari diluluskan oleh proses hokum.

“KPU Sultra sebaiknya mengambil alih kerja-kerja KPU Buton, Pilkada sebaiknya ditunda agar ada keadilan,” kata kader Demokrat ini yang kemarin didampingi Ketua Bappilu Demokrat Buton, La Ode Rafiuddin. Keduanya mengatakan bahwa saat ini, Demokrat tengah bekerja menyeluruh untuk memperjuangkan Ukudani, diloloskan di Pilkada Buton.

“DPP sudah menyampaikan ini ke KPU Pusat, kami minta agar semua anggota KPU Buton ini diperiksa dewan kehormatan KPU karena sudah bekerja tidak sesuai prosedur dan tidak professional. Pasangan yang kami usung jelas-jelas sah dan memenuhi persyarat perundangan, malah dicoret KPU,” tukas Yusuf Talamma, yang diamini Rafiuddin.

Sementara itu Ketua DPD Pelopor Sultra, Munsir SH menegaskan bahwa sebagai partai yang mengusung Ukudani, mereka menyesalkan tindakan KPU Buton. Makanya, ia berharap agar KPU Sultra mengambil alih Pilkada Buton, dan menghentikan sementra tahapan yang saat ini sudah berjalan, serta melakukan pleno kembali dengan mengakomodir pasangan Ukudani.

Protes terhadap kinerja KPU juga datang dari Forum Pemersatu Masyarakat Cicaci Buton (FORMASCI). Ketua ormas ini, La Nesa kemarin menjelaskan bahwa saat memantau klaridikasi KPUD Buton dengan tim pemenangan Ukudani, 16 Juli lalu, terlihat bahwa tidak ada alasan KPU untuk menggugurkan pasangan Ukudani.

“Kami melihat ada indikasi KPU Buton sengaja memaksakan kehendak untuk tidak meloloskan pasangan Ukudani,” kata La Nesa. Ia pun menilai bahwa Ketua dan anggota KPU Buton sengaja menciptakan konflik di masyarakat dengan tidak meloloskan pasangan Ukudani. Mereka pun meminta agar KPU segera menetapkan Ukudani sebagai salah satu kontestan Pilkada, 4 Agustus nanti. (sumber: jpnn)

Filed Under: Kabar Pilkada

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.