BLU NTT Kelola Air Minum Tilong

bendungan tilongBadan Layanan Umum (BLU) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengelola sumber air yang berasal dari Bendungan Tilong untuk kebutuhan air minum bagi masyarakat di Kota Kupang dan sekitarnya.

“BLU dibentuk Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk menghindari sengketa antara Pemerintah Kabupaten dan Kota Kupang dalam pengelolaan air bersih yang berasal dari Bendungan Tilong itu,” kata Kepala Seksi Perencanaan Penyediaan Air Baku pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Charisal Manu Roga di Kupang.

Aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kupang sempat disengketakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Kupang, karena aset tersebut berada dalam di wilayah hukum Kota Kupang. Di sisi lain, sumber air minum untuk kebutuhan masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya, berasal dari sumber mata air Baumata yang berada di wilayah Kabupaten Kupang.

Melihat kondisi yang tidak memungkinkan itu, pemerintahan di bawah Gubernur NTT Frans Lebu Raya kemudian mengambil alih aset PDAM Kupang, sehingga tidak mengorban rakyat yang selalu dirundung kesulitan air bersih, terlebih di kala musim kemarau tiba.

“Langkah-langkah yang diambil pemerintah provinsi dalam penanganan aset PDAM tersebut, kemudian melahirkan Badan Layanan Umum yang bertugas khusus untuk mengelola air minum yang berasal dari Bendungan Tilong bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya,” kata Roga. Kapasitas tampung Bendungan Tilong yang dibangun oleh pemerintah Jepang pada 2002, tercatat mencapai 19,5 juta meter kubik.

Dari jumlah tersebut, 4,5 juta meter kubik di antaranya diolah menjadi air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya, sedang sisanya untuk mengairi areal persawahan di wilayah Kupang Tengah dan sekitarnya.

Menurut Roga, dengan adanya BLU tersebut telah meringankan bebas tugas mereka dalam mengelola sumber air yang berasal dari Bendungan Tilong.    Ia menambahkan, peralatan yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, perlu direkondisikan kembali karena sudah berjalan delapan tahun sejak Tilong beroperasi pada 2002. “Rekondisi peralatan ini sangat penting agar tidak lagi mengalami hambatan dalam sistem pendistribusian air kepada para konsumen,” ujarnya.

Saat ini, distribusi air dari Bendungan Tilong ke PDAM Kupang terhenti sejak Desember 2009, menyusul bocornya radiator pada mesin pengolahan air bersih di Desa Baumata Utara. Meskipun demikian, hal itu tidak menganggu sistem distribusi air kepada para konsumen di Kota Kupang karena sumber air tanah yang dikelolah PDAM Kupang masih cukup tersedia dalam musim hujan ini.

“Air dari Tilong sangat kami butuhkan jika sudah memasuki musim kemarau, karena sumber air tanah yang ada debitnya mulai turun seiring dengan besarnya penguapan,” kata Direktur Utama PDAM Kupang Masya Djonu yang dikonfirmasi secara terpisah. (sumber: antara)

Related Blogs

    Filed Under: Indonesia Timur

    Tags:

    About the Author:

    RSSComments (0)

    Trackback URL

    Comments are closed.

    • Quote of the Day
      Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.