BBM Langka, Antrean Satu Kilometer

antrian bbmStok bahan bakar jenis premium di Depot Pertamina Ende, Flores, NTT, Senin (26/7/2010), dilaporkan menipis sehingga antrean kendaraan bermotor di SPBU mengular.

Di SPBU Waimantar di Jalan Gatot Soebroto Ende, antrean mencapai sekitar satu kilometer karena sejak Senin pagi, semua kendaraan sudah mulai menyemut di SPBU tersebut.

Pemandangan yang sama terlihat di SPBU Ndao, sekitar tiga kilometer barat Ende, ibu kota Kabupaten Ende.

Sejumlah bus antarkota kabupaten di Pulau Flores yang seharusnya bertolak dari Ende pada pagi hari terpaksa harus menunda keberangkatannya karena masih antre di SPBU untuk mendapatkan bahan bakar.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Supervisor SPBU Waimantar, Maria Sadipun, mengakui, stok premium yang ada di SPBU tersebut sudah habis sejak Minggu sekitar pukul 19.00 Wita.

“Kami baru mendapat pasokan lagi dari Depot Pertamina Ende untuk mengatasi persoalan itu, tetapi dalam jumlah yang sangat terbatas,” katanya.

Maria Sadipun menjelaskan, kebutuhan premium untuk SPBU Waimantar biasanya antara 20 dan 25 ton setiap hari dan selalu mendapat pasokan dari Depot Pertamina Ende. Namun, dalam dua hari belakangan, pasokan dari Depot Pertamina Ende tidak sesuai kebutuhan.

“Karena menipisnya stok premium tersebut, kami mengambil keputusan untuk tidak lagi melayani pembeli eceran dengan menggunakan jeriken. Semuanya difokuskan untuk melayani kebutuhan kendaraan bermotor,” ujarnya.

Pejabat Sementara Kepala Operasional Depot Pertamina Ende Remigius Julius ketika dikonfirmasi wartawan membantah adanya kelangkaan premium di wilayah Kota Ende dan sekitarnya.

“Pasokan BBM untuk Depot Pertamina Ende yang melayani kebutuhan tiga kabupaten di Pulau Flores, yakni Ende, Nagekeo, dan Ngada, mengalami keterlambatan karena kapal pengangkut terlambat tiba di Ende akibat cuaca buruk,” katanya.

Sesuai jadwal normal, kapal pengangkut premium dari Jawa seharusnya sudah tiba di Ende padal 23 Juli 2010. Namun karena cuaca buruk dan gelombang laut yang kurang bersahabat, kapal tersebut baru tiba di Ende pada Minggu sore.

“Untuk mengatasi kekurangan BBM tersebut, kami terpaksa mendatangkan premium sebanyak 10 ton dari Depot Pertamina Maumere di Kabupaten Sikka,” katanya seraya menambahkan bahwa yang terjadi di Ende saat ini bukan kelangkaan premium, melainkan keterlambatan karena keadaan cuaca yang tidak mendukung.

Keterlambatan pemasokan BBM tersebut kemudian memicu kepanikan masyarakat, seperti terlihat dalam antrdan panjang kendaraan bermotor pada SPBU-SPBU tersebut.

Julius mengatakan, premiun yang baru dipasok di Depot Pertamina Ende, sebanyak 762 ton, untuk kebutuhan 11 hari ke depan.

Untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan, pihaknya sudah memiliki jadwal rutin untuk pasokan BBM dari tempat lain.

Menurut dia, kebutuhan normal premium untuk dua SPBU di Kota Ende sebanyak 40 ton per hari sehingga stok yang baru dipasok itu bisa mengatasi persoalan yang dihadapi pengguna kendaraan bermotor di Ende saat ini. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.