Banyak Orang Tak Tahu Ada Pilkada

Bilik SuaraSebanyak 23,3% dari 1.000 responden menyatakan tidak tahu bahwa tahun 2011 ini Kota Yogyakarta  menyelenggarakan pilkada. Karena itu KPUD Kota Yogyakarta dan Pemkot Yogyakarta harus lebih gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Peneliti sosial yang juga dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bambang Wahyu Nugroho MA mengungkapkan hal itu ketika menjelaskan hasil jajak pendapat independen yang dilakukannya bersama 215 mahasiwanya di kampus terpadu, Selasa (10/5).

Jajak pendapat, yang dilakukan mulai akhir April hingga awal Mei, ini dibuat untuk menjawab seberapa kompetitif arena pemilihan walikota Yogyakarta tahun 2011 menjelang berakhirnya masa jabatan kedua Heri Zudianto. Responden jajak ini adalah sejumlah 490 laki-laki dan 510 perempuan warga Yogyakarta.

Berdasarkan multistage random sampling, responden diambil dari sekitar 326.000 warga berhak pilih yang tersebar di seluruh pelosok Yogyakarta di 14 kecamatan, 45 kelurahan.

“Data masih dapat berubah dari waktu ke waktu. Ini baru berupa penjajakan terhadap elektabilitas individual bakal calon walikota/wakil walikota, belum merupakan elektabilitas pasangan. Lagipula, pilkada aktual baru akan dilangsungkan pada bulan September yang akan datang sehingga kemungkinan perubahan angka-angka elektabilitas masih sangat terbuka,” papar Bambang.

Penjajakan elektabilitas dilakukan terhadap 14 bakal calon yang muncul melalui pencalonan resmi oleh parpol maupun kelompok masyarakat di media masa.

Keempatbelas bakal calon tersebut yakni Ahmad Hanafi Rais, Ahmad Charis Zubair, Endang Darmawan, Hari Martono, Haryadi Suyuti, Imam Priyono, Indro Suseno (Indro Kimpling), Irsyad Thamrin, Kuwat Indriyanto, Mego Purnomo Honggowongso, Rufina Nur Fuad (satu-satunya perempuan), Sinarbiyat Nurjanat, Syukri Fadholi, dan Zuhrif Hudaya.

Bambang juga menuturkan jika penelitian tersebut merupakan penelitian awal yang akan ditindaklanjuti dengan penelitian selanjutnya.

Dia menambahkan dari ke-1000 responden tersebut tidak semuanya jelas-jelas mengarahkan dukungan kepada bakal calon tertentu. Baru 58,4% responden yang terang-terangan mendukung bakal calon walikota dan hanya 39,2% responden yang menunjukkan dukungan jelas kepada bakal calon wakil walikota. (sumber: suara merdeka)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.