Bank NTT Terbaik 2010

bank ntt cab sabuBank Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai bank  pembangunan daerah (BPD) terbaik   di Indonesia dalam tahun 2010. Sesuai kriteria penilaian  Majalah Investor Jakarta selaku mitra Bank Indonesia (BI),  Bank NTT  termasuk kategori bank daerah yang sehat dengan aset di bawah Rp 10 triliun.

Demikian Publisher of Globe Media Group, Tanri Abeng, dalam sambutannya ketika membuka acara Penyerahan Piagam Penghargaan The Best Bank 2010  kepada Direktur Utama Bank  NTT, Daniel Tagu Dedo, di Lantai 5 Gedung Function Hall  Citywalk, Jalan KH Mas Mansyur No.121, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2010).

Hadir pula semua direktur utama (dirut)  dan komisaris bank pemerintah dan swasta yang berprestasi tahun 2010. Sedangkan dari Bank NTT, hadir Komisaris Independen, Fred Benu,  Pemimpin Cabang Ruteng, Yos Inocentius, Pemimpin Cabang Rote Ndao, Sonny Serre, Kepala Sub Divisi (Kasubdiv)  Legal Corporation, Vinsensius Rabu Sulu, dan Sekretaris Dirut Bank NTT, Threcy.

Menurut Abeng, urutan kedua sampai urutan kedelapan untuk kategori BPD dengan aset di bawah Rp 10 triliun ditempati BPD Jambi, berikut BPD Kalimantan Barat, BPD Sulawesi Selatan, BPD Bali, BPD Maluku dan BPD Lampung.

Seperti disaksikan Pos Kupang, dalam acara  yang dihadiri para direktur dan komisaris bank pemerintah dan bank swasta di Indonesia yang berprestasi itu, diserahkan pula piagam penghargaan The Best Bank 2010 kepada lima bank lainnya yang juga meraih predikat The Best Bank sesuai kategori masing-masing, yakni satu bank daerah, BPD Sumatera Utara,  dan empat bank umum, yakni BRI Tbk (BRI), BTN Tbk, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk,  Bank Swadesi Tbk,  juga terbaik dalam kategosi masing-masing.

Tanri Abeng menyampaikan profisiat kepada enam bank terbaik pada masing-masing kategori.

Menurut Abeng,  perkembangan perbankan di Indonesia, meskipun dilanda krisis ekonomi dalam negeri dan mendapatkan imbas krisis ekonomi dunia, semakin membaik. Karena itu, Abeng menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama partisipasi dan dukungan yang begitu kuat dari para nasabah, para juri masing-masing, S.Musa, Afliani dan Nico Omer,  serta terima kasih kepada para pemenang yang meraih prestasi terbaik dalam tahun 2010.

“Kepada para pemenang, saya berharap tidak lengah dengan prestasi yang diukir sekarang, tetapi terus berupaya agar  ke depan bisa lebih baik lagi,” pinta  Abeng.

Abeng yang juga Direktur Globe Media Group dan  penerbit Majalah Investor tersebut menyebutkan, ada 12 kriteria penilaian terhadap bank hingga meraih prestasi terbaik. Dua belas  kriteria tersebut meliputi CAR (capital adequacy ratio), NPL (non performing loan), ROA (return on asset), ROE  (return on equity), NIM (net interest margin), BOPO (perbandingan beban operasional dengan pendapatan operasional), LDR (loan to deposit ratio), pertumbuhan pendapatan non bunga bersih,  pertumbuhan pendapatan operasional,  pertumbuhan kredit, pertumbuhhan laba operasional dan rasio BTK (biaya tenaga kerja).

Terkait 12 kriteria itu, salah satu tim  juri, Aviliani,  menjelaskan, tahun 2009 merupakan tahun recovery (pemulihan) perbankan pasca krisis global periode sebelumnya. “Lumrah bila bank-bank besar maupun yang berskala kecil menampilkan kinerja yang cukup positif,” katanya.

Menurut dia,  tahun  2010 ini,  tim juri tidak memberikan penghargaan kepada bank asing,  karena kondisi global yang belum pulih,  sehingga berimbas pada kondisi perbankan mereka.

Ditambahkan pula,  tidak semua bank diberi peringkat terbatas pada  12 kriteria itu saja.  Karena, sebelum proses pemberian peringkat itu, investor telah menerapkan seleksi awal yang cukup ketat, misalnya  CAR minimum 12%,  tidak mendapat disclaimer pada laporan keuangan tahun buku 2009,  memenuhi ketentuan PPAP  (penyisihan penghapusan aktiva produktif),  GWM (Giro Wajib Minimum)  tidak kurang dari 5 %. Juga posisi devisa neto (PDN) tidak lebih dari 20%,  tidak mengalami rugi operasional, dan rugi bersih tahun 2009,  tidak dalam proses likuidasi.

Menurut dia, dari 21 bank yang beroperasi per Mei 2010,  hanya 79 bank yang diperingkat. Sedangkan, sebanyak 34 bank,  tidak diikutkan dalam pemeringkatan karena tidak lolos seleksi awal. Dua bank lainnya  terganjal seleksi CAR di bawah 12 % yaitu Bank Eksekutif International Tbk dan Bank ICB Bumiputera.
Aviliani pada kesempatan itu  mengatakan,  ada juga 23 bank lain di Indonesia yang tidak lolos seleksi, karena memiliki aset di bawah Rp 1 triliun   Empat bank asing dengan aset di bawah Rp 10 triliun  juga tidak ikut diperingkat.

Lima bank yang  mencatat laba operasional negatif pada tahun 2009 yakni Bank Eksekutif International Tbk, Bank International Indonesia Tbk,  Bank Andara, Bank Sahabat Purba Danarta dan Bank Barclays Indonesia.

Namun tak semua bank yang tidak ikut peringkat merupakan bank yang terganjal seleksi awal. Bank Syariah, misalnya, sengaja tidak dikutsertakan dalam pemeringkatan karena memiliki karakteristik khusus. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.