Tentang Utuh Taedini

Peraih gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Diponegoro dengan predikat Cumlaude ini sudah lama bergelut di dunia riset politik dan keorganisasian. Sebelumnya Uthu Taedini menyelesaikan studi S-1 di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta tahun 2003 dan memulai karir sebagai peneliti pada tahun yang sama sebagai Area Koordinator Lembaga Survei Indonesia untuk wilayah DIY-Jawa Tengah.

Selain itu, Presidium Mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta 1998-1999 ini juga pernah terlibat sebagai peneliti lapangan dari beberapa lembaga riset seperti Lembaga Riset Ekonomi dan Kajian Otonomi Daerah (REKODE), Sucofindo, Asia Barometer dan Reform Institute.

Bergabung dengan Lingkaran Survei Indonesia tahun 2004 sebagai flying supervisor untuk divisi riset LSI hingga tahun 2006, pada tahun itu pindah ke divisi Strategic Lingkaran Survei Indonesia dan turut andil memenangkan beberapa PILKADA yang menjadi tanggung jawabnya. Beberapa diantaranya adalah PILKADA: Kab Lembata, Kab Mimika, Kab Minahasa Tenggara, Prop Sulawesi Tenggara, Prop Sulawesi Selatan dan Propinsi NTT serta turut andil dalam menyukseskan Gerakan Satu Putaran SBY-Boediono untuk wilayah Jawa Tengah pada Pilpres 2009

Utuh Taedini juga bertanggung jawab sebagai Strategic & Field Manager di Konsultan Citra Indonesia (LSI Group) dan berperan dalam mengantarkan Yusak Yalowo sebagai Bupati Boven Digoel, Bupati Sumbawa barat KH.Zulkifli Muhadli dan Gubernur Bengkulu Agusrin Nadjamudin

Tahun 2010 Utuh Taedini mengundurkan diri dari LSI Group dan membentuk Losta Institute yang dipimpinnya hingga sekarang.


  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.