30 Persen Warga Tetap Tak Dapat Memilih

Pilkada Kota Kupang putaran kedua tetap buruk, sama seperti putaran pertama. Sebanyak 30 persen pemilih yang tidak diikutkan dalam putaran pertama, tidak diikutkan juga dalam putaran kedua.

Surat undangan kepada calon pemilih hanya disampaikan kepada mereka yang pernah mendapatkan undangan serupa pada putaran pertama. Mereka yang tidak mendapatkan surat undangan pada putaran pertama, tetap tidak diundang.

Dalam satu keluarga, misalnya, ada yang ibu atau bapak saja yang diundang, sementara angggota keluarga yang lain tidak diundang. Padahal, petugas pendataan telah melakukan pendataan terhadap seluruh anggota keluarga yang punya hak pilih.

Petrus Poli (20), mahasiswa Unika Kupang Kupang, misalnya, hari Minggu (24/6/2012) ini mengatakan, dalam putaran pertama pada 2 Mei lalu, ia tidak diundang bersama ayah dan dua kakaknya. Saat itu hanya ibunya yang mendapat undangan.

“Saya kemudian cek daftar nama di TPS, memang tidak ada nama kami, kecuali mama.Kami satu keluarga sebanyak lima orang, hanya mama yang diundang,” kata Poli.

Ia bersama ayah dan dua kakak lain kemudian mengkopi KTP dan menyerahkan kepada Ketua RT dan kelurahan, dengan harapan mendapatkan undangan untuk pilkada putaran kedua, 26 Juni nanti. Tetapi upaya itu pun tidak berhasil, termasuk dengan menghadap lurah dan ketua RT setempat.

Juru bicara KPU Kota Kupang, Baharudin Hamzah, mengatakan, tidak ada perubahan DPT (daftar pemilih tetap). Jika undangan tidak sampai juga untuk putaran kedua, berarti nama yang bersangkutan memang tidak terdata.

“Kalau terdata tetapi tidak diundang dalam putaran pertama, tentu bisa diundang dalam putaran kedua. Saya sendiri tidak tahu kesalahannya di mana, karena KPU sudah bekerja maksimal,” kata Hamzah.

Ia menepis pendapat sejumlah pihak, adanya primordialisme dalam praktek pendataan peserta pemilih pilkada Kota Kupang. Nama calon pemilh yang diprediksi berasal dari suku dan agama tertentu, akan mendukung calon wali kota yang memiliki kesamaan suku, agama, dan asal usul.

“Tidak seperti itu, karena kasus ini menimpa hampir dialami seluruh warga kota, tanpa membedakan unsur suku, agama, dan asal usul,” kata Baharudin.(sumber berita:kompas, sumber foto: Pos Kupang)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.