2.998 Anak di Ende Lahir di Luar Nikah

anak nttDari tahun 1986-2010 tercatat 2.998 anak di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur lahir di luar nikah. Banyaknya kasus ini diduga salah satunya karena mahalnya belis atau mas kawin, sehingga banyak pasangan terkendala menikah, tapi mereka tetap hidup bersama hingga memiliki anak.

“Hal ini umumnya karena pengaruh adat yang kuat sekali seperti belis, sebab kultur di sini kalau belum ada kesepakatan soal belis, maka pasangan yang akan menikah tidak bisa mengikuti pemberkatan di gereja, sehingga mereka tidak bisa memiliki akta pernikahan. Dan dampaknya jika mereka mempunyai anak pada persoalan akta kelahirannya (syarat pembuatan akta kelahiran salah satunya harus ada akta pernikahan),” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ende, MS Thamrin, Rabu (19/5/10), di Ende.

Pembayaran belis karena melibatkan pembicaraan atau pembagian mas kawin bagi keluarga besar mempelai perempuan, jumlahnya tentu tidak sedikit. Dari tuntutan secara adat bisa saja pihak mempelai laki-laki antara lain harus menyerahkan sejumlah ternak (kerbau atau kuda), perhiasan emas, bahkan seperti di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur juga berlaku gading gajah yang mahal nilainya.

Meski demikian, menurut Thamrin, bagi anak yang lahir di luar nikah tetap mempunyai hak untuk dicatatkan kelahirannya. Masyarakat juga tetap didorong untuk mengurus akta kelahiran anaknya, sebab selain akta kelahiran merupakan identitas kewarganegaraan, institusi pemerintah maupun nonpemerintah pun akan meminta warga menun jukkan akta kelahiran sebelum memberi pelayanan pada mereka. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.