14 Pos Belanja DPRD Kupang

gedung dprd kupangKUPANG. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kupang tahun 2010 mengakomodir 14 pos belanja anggota DPRD Kabupaten Kupang.

Hal ini terungkap dalam nota keuangan atas rancangan APBD Kabupaten Kupang tahun 2010 yang dibacakan Wakil Bupati Kupang, Viktor Yeremias Tiran, S.Sos, dalam Sidang II DPRD, Senin (15/2/2010). Sidang yang dibuka Melitus Ataupah (Ketua DPRD) itu juga dihadiri Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki.

Tiran memaparkan, penganggaran belanja DPRD berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD, sebagaimana diubah dalam PP Nomor 21 Tahun 2007.

Selain PP, belanja DPRD didasari pada Permendagri Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pengelompokan Kemampuan Daerah, Penganggaran dan Pertanggungjawabkan Penggunaan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD serta Tata Cara Pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional.

APBD 2010, lanjut Tiran, juga mengakomodir belanja kepala daerah dan wakil kepala daerah, berpedoman kepada PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Tiran mengatakan, APBD juga mengatur tentang belanja hibah. Pemberian hibah dilakukan untuk mendukung fungsi penyelenggaraan pemerintahan daerah oleh semi pemerintah antara lain KONI, KORPRI, PKK, Dharma Wanita dan TNI.

14 Pos Belanja DPRD Kabupaten Kupang:

* Uang representasi
* Tunjangan keluarga
* Tunjangan beras
* Uang paket
* Tunjangan jabatan
* Tunjangan panitia musyawarah
* Tunjangan komisi
* Tunjangan panitia anggaran
* Tunjangan badan kehormatan
* Tunjangan alat kelengkapan lainnya
* Tunjangan khusus Pph pasal 21
* Tunjangan perumahan
* Tang duka tewas
* Wafat serta pengurusan jenazah
* Uang jasa pengabdian
* Tunjangan komunikasi.
(sumber: pos kupang)

Filed Under: Indonesia Timur

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.